Kita semua tahu bahwa menjalankan bisnis online itu tidak mudah. Ada orang yang perjalanan bisnisnya tumbuh dengan strategi bisnis yang jelas, ada pula yang tumbuh tanpa rencana sama sekali atau bisa kita sebut tumbuh secara organik. Terlepas bagaimana sebuah bisnis tumbuh, ada satu hal yang sangat penting bagi setiap pemilik bisnis, yaitu mengidentifikasi target audiens (persona audiens).
Untuk mengembangkan bisnis, mungkin Anda pernah bertanya pada diri sendiri atau tim Anda, misalnya, bagaimana cara pembeli tertarik dengan produk saya? Siapa yang tertarik dengan produk atau konten produk saya? Bagaimana saya bisa berkomunikasi dengan mereka? Itu hal yang wajar dan setiap pebisnis pasti pernah menanyakannya.
Untuk menjawab itu, Anda perlu memahami dua konsep pemasaran yaitu segmentasi dan personalisasi. Segmentasi adalah pembagian audiens ke dalam kelompok-kelompok dengan beragam karakteristik, sedangkan personalisasi adalah penyesuaian pesan dari konsep konten pemasaran Anda kepada individu atau kelompok.
Dua konsep di atas bisa membantu Anda memahami siapa audiens Anda, cara mereka berpikir dan merasa, atau masalah apa yang mereka hadapi dan dengan cara apa ingin menyelesaikannya. Riset tersebut disebut persona audiens yang bisa Anda gunakan sebagai strategi pemasaran.
Persona audiens adalah gambaran fiktif atau ideal yang mewakili suatu kelompok audiens yang akan menjadi target strategi pemasaran bisnis Anda ke depannya. Dengan kata lain, Anda bisa mengenali jenis audiens dan bisa menyesuaikan konsep bisnis agar lebih baik lagi dan mencapai target pemasaran.
Ini sangat penting, karena Anda bersama tim tidak mungkin bisa memahami atau mengenal setiap individu, apalagi yang mencakup semua aspeknya. Namun, persona audiens bisa menjadi solusi, yaitu menyimpulkan secara garis besar terhadap semua individu yang pernah membeli produk Anda. Dengan ini, Anda hanya perlu membuat satu atau tiga pesan pemasaran, misalnya tiga konten digital yang pesannya bisa mengenai emosi semua audiens.
Berikut adalah beberapa elemen yang biasanya muncul dalam riset persona audiens:
Nah, dengan memahami beberapa elemen di atas, Anda sudah bisa menyusun strategi pemasaran agar lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan audiens. Perlu Anda ingat bahwa persona audiens ini bukan gambaran per individu, melainkan penggabungan elemen dari semua audiens.
Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membangun persona audiens, yaitu sebagai berikut:
Seperti riset pada umumnya, untuk melakukan riset audiens ada beberapa cara atau metode yang bisa Anda lakukan seperti di bawah ini:
Jalankan Survei: Untuk melakukan survei, Anda bisa mengirimnya lewat email, membuat lampiran khusus di situs web, atau juga bisa di cerita Instagram. Jangan tanya terlalu rumit, cukup singkat dan sederhana agar audiens yang melihat survei tidak bosan. Singkat di sini bisa berarti cukup dua atau tiga menit selesai pengerjaan, jangan sampai 5 menit lebih.
Tujuan melakukan survei ini untuk mengetahui dan mempelajari informasi demografis, masalah umum, dan tujuan mereka membeli produk. Ketika tim ingin membuat konsep pemasaran di media digital, sudah mengetahui garis besar karakter audiens dan bisa menyesuaikannya. Contohnya, Anda melakukan pemasaran melalui Instagram. Konten Anda menjadi relevan dengan kebutuhan pengguna.
Lakukan Wawancara Pengguna: Mewawancarai pengguna secara langsung lebih baik daripada survei berbentuk tautan. Misalnya, menghubungi pelanggan melalui email atau melalui telepon. Metode ini bisa membuat Anda mengenal audiens lebih dalam lagi. Di bawah ini adalah beberapa contoh pertanyaan dalam wawancara:
Dengan melakukan ini, audiens bisa lebih terbuka mengenai alasan-alasan mereka menggunakan atau membeli produk dan layanan Anda. Data ini suatu saat bisa menjadi alasan di balik terciptanya sebuah produk. Selain itu, sebagai apresiasi menerima wawancara, berikan mereka kupon diskon belanja atau hadiah yang serupa.
Langkah kedua memanfaatkan analisis data di platform yang Anda gunakan. Misalnya, Google Analytics untuk situs web atau analisis data media sosial yang sudah platform sediakan seperti Instagram dan Facebook.
Analisis data situs web dan media sosial dapat mencatat bagaimana interaksi pengguna di media yang Anda gunakan, menunjukkan halaman-halaman tertentu yang menghasilkan konversi terbaik, dan sepuluh halaman yang paling banyak dilihat atau dibaca pengguna.
Setelah melakukan survei, data menunjukkan bahwa pengguna ternyata memiliki masalah dan tujuannya masing-masing. Anda juga bisa mengidentifikasi masalahnya dan membantu mereka menyelesaikannya. Penyelesaian di sini bisa menggunakan produk atau layanan Anda yang relevan dengan keadaan semua pengguna. Lebih lengkapnya, coba lihat contoh berikut:
Memiliki data pengguna seperti itu sangat bermanfaat bagi perusahaan di masa depan. Selain memahami mereka, Anda dan tim tidak akan bingung lagi ketika membuat rencana, sebab Anda sudah memahami masalah dan tujuan mereka, dan bagaimana cara membantu mereka. Di sini, pendekatan komunikasi, produk, atau layanan yang ditawarkan menjadi lebih sesuai dan relevan.
Rencana yang bisa Anda buat sangat beragam, tergantung media platform apa yang Anda gunakan. Misalnya, rencana tersebut merupakan konten yang bisa Anda bagikan di YouTube, Instagram, Blog, WordPress, dan Email, Newsletter, dan lain-lain. Konten bisa berupa video, gambar, dan tulisan.
Semua informasi yang terkumpul akan menunjukkan beberapa pola atau tren penting dari audiens Anda. Dengan memahami pola tersebut, keputusan dan wawasan Anda akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Walaupun proses ini memakan waktu yang lama, namun kegunaan dan manfaatnya sangat besar. Berikut adalah cara menganalisis pola dalam data:
Saluran Rujukan: Identifikasi bagaimana pengguna menemukan produk dan layanan Anda; mungkin dari mesin pencarian, media sosial, rekomendasi orang terdekat atau kelompok, dan terakhir tautan langsung.
Demografi Usia: Melakukan ini bisa membantu Anda mengetahui perbedaan interaksi dalam kelompok usia yang berbeda dan kelompok usia mana yang lebih tertarik pada produk atau layanan Anda.
Lokasi Geografis: Mengetahui data audiens berdasarkan lokasi juga penting, seperti mungkin ada layanan dan produk yang sangat laku di wilayah tertentu, atau mungkin setiap audiens dari wilayah yang berbeda dalam berinteraksi dengan situs web atau media sosial Anda memiliki perbedaan. Berikut keterangan lengkapnya:
Penelitian menunjukkan bahwa penjualan kosmetik berbahan alami di Bali dan Yogyakarta meningkat pesat. Karena secara geografis, masyarakat di kedua wilayah ini menyukai bahan-bahan alami atau tradisional. Jadi perusahaan meningkatkan stok barang dan promosi besar-besaran di wilayah tersebut. Sementara di wilayah lain, seperti Surabaya dan Jakarta, penjualan kosmetik alami tidak mengalami peningkatan.
Masyarakat Bali dan Yogyakarta lebih suka membeli produk kosmetik melalui aplikasi seluler, masyarakat Surabaya dan Jakarta lebih sering menggunakan situs web, sedangkan masyarakat pedesaan di Lamongan lebih sering menggunakan Instagram untuk membeli kosmetik.
Kebutuhan dan Tantangan: Mengetahui kebutuhan dan tantangan pengguna juga penting, seperti memetakan kebutuhan yang sama dan yang berbeda. Ada kelompok yang membutuhkan kosmetik alami karena pengalaman buruknya dengan bahan kimia, dan ada juga kelompok yang tidak menyukai yang berbahan alami. Berikut keterangan lengkapnya:
Kebutuhan akan Produk Kosmetik Alami
Kebutuhan: Pengguna butuh kosmetik berbahan alami
Tantangan: Kosmetik berbahan alami harganya cenderung lebih mahal daripada bahan kimia.
Kebutuhan akan Produk Kosmetik Kimia
Kebutuhan: Lebih suka kosmetik berbahan kimia karena instan dan tahan lama.
Tantangan: Tapi mereka khawatir dengan efek sampingnya. Mareka butuh produk yang benar-benar 100% aman.
Dengan mengetahui tren atau pola tersebut, Anda lebih mudah dalam membuat produk yang bagus dan memenuhi semua kebutuhan mereka berdasarkan pola-pola yang sudah terdeteksi.
Setiap pesona dari audiens harus memuat beberapa hal berikut:
Apa maksud penggemar? Yaitu audiens yang menggemari (tertarik) sesuatu dan mungkin bahkan sudah mengetahui banyak hal pada suatu bidang tertentu. Contoh penggemar web development yang mencari lembaga kursus yang bisa mengajarinya.
Adapun penggemar profesional adalah mereka yang bekerja di bidang web development dan pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan setiap harinya.
Membuat pesan pemasaran menjadi lebih mudah setelah Anda menggunakan persona audiens. Targetnya jelas dan pesannya jelas, terciptalah konten yang relevan dengan kebutuhan dan masalah yang audiens hadapi. Tanpa data persona, bisnis Anda hanya tumbuh secara organik dan menyasar berbagai kelompok tanpa pemahaman mendalam.
Untuk lebih jelasnya seperti apa persona audiens, coba lihat bisnis web development dan kursus online di bawah ini sebagai contoh.

Dua gambar di atas menunjukkan dua persona, yaitu hobi dan profesional dari dua audiens yang berbeda. Karena ada dua persona, maka otomatis Anda harus membuat dua promosi penjualan terpisah yang relevan dengan tujuan dua audiens tadi. Contoh promosinya sebagai berikut:

Gambar promosi pertama khusus untuk audiens kategori penggemar yang sudah lama ingin belajar web development lebih dalam. Karena itu, pesan yang harus tersampaikan pada audiens adalah kursus online dengan penawaran menarik yang diajarkan oleh guru profesional.
Gambar promosi kedua khusus untuk audiens yang sudah profesional dalam pekerjaannya. Mereka juga menginginkan tim yang ahli sehingga mencari kursus online yang dapat membantu mereka. Itulah pesan promosi yang harus tersampaikan.
Dengan metode-metode di atas, promosi pemasaran produk dan layanan perusahaan Anda dapat naik tingkat lebih tinggi lagi. Walaupun membuat persona audiens cukup rumit dan memakan waktu yang lama, hasilnya sangat sepadan jika sudah berhasil.
Membangun persona audiens biasanya butuh waktu yang cukup lama, tidak bisa selesai dalam semalam atau beberapa hari. Perubahan pada perilaku audiens sering kali terjadi atau tidak konsisten. Seperti bulan ini, tingkat audiens yang ingin belajar web development sangat tinggi, tapi dua bulan berikutnya menurun drastis, bahkan beberapa di antaranya mengubah tujuan mereka.
Oleh karena itu, untuk membangun persona audiens setidaknya Anda harus paham dua hal ini; pertama, bahwa persona merupakan proses berkelanjutan yang menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan. Kedua, persona butuh waktu karena tidak bisa dibangun dengan cepat.