Cara Cepat Mengatasi Error 400 Bad Request

Banyak orang mengalami searching error di mesin pencari, salah satunya adalah tipe Error 400 Bad Request yang menunjukkan permintaan pengguna tidak valid. Pengguna pun tidak bisa mengakses URL karena server (contoh: Google) yang digunakan tidak bisa memahami dan memprosesnya. Umumnya, penyebab error HTTP 400 bisa saja karena routing permintaan yang menipu, sintaksis permintaan yang salah, URL/web server diblokir, dan framing pesan permintaan yang tidak valid.

Jika kebetulan Anda sedang mencari informasi terkait masalah error 400 di internet (Google dan Bing) dan cara mengatasinya, tidak perlu khawatir, artikel ini akan menjawab seluruh pertanyaan Anda. Namun, jika error tersebut berasal dari server website, maka hanya pemilik website saja yang bisa mengatasinya.

Dengan membaca artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi lengkap terkait penyebab, dampak, pengaruh, dan cara mengatasi Error 400 Bad Request dengan mudah dan cepat.

Jenis-Jenis Error 400 Bad Request

Ada beberapa jenis pesan error 400 saat mengakses internet, tetapi semuanya menunjukkan bahwa server tidak bisa memproses sebuah perintah. Jadi, Anda mungkin harus mengenali variasi error ini agar tidak bingung saat mengalami masalah URL dengan pesan yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah jenis-jenis pesan error 400:

  • HTTP Error 400
  • HTTP Error 400 – Bad Request
  • HTTP Error 400. The request hostname is invalid
  • 400 Bad Request
  • 400 – Bad Request. The request could not be understood by the server due to malformed syntax. The client should not repeat the request without modifications.
  • 400 Bad Request – Request Header Or Cookie Too Large
  • Bad Request – Invalid URL
  • Bad Request – Error 400
  • Bad Request – Your browser sent a request that this server could not understand

Tampilan Error 400 Bad Request di Berbagai Browser

Tidak semua orang menggunakan server yang sama. Pesan error 400 di browser yang berbeda mungkin hasilnya juga berbeda. Jadi untuk mencakup semua informasi error ini, kami akan menunjukkan beberapa gambar URL error dari browser yang umum dipakai banyak orang.

  • Google
Credit: Hostinger

Ketika Google sebagai browser tidak bisa memproses sebuah permintaan, maka akan muncul pesan seperti 400. That’s an error. Your client has issued a malformed or illegal request.

  • Google Chrome
Credit: Hostinger

Jika Anda menggunakan Chrome di hp dan laptop, maka error 400 bad request akan menampilkan pesan This page isn’t working dan If the problem continues, contact the site owner, HTTP ERROR 400. Yang artinya, Chrome tidak bisa memproses URL tersebut. Penyebabnya bisa karena cache pada perangkat Anda atau pada server website itu sendiri.

  • Microsoft Edge
Credit: Hostinger

Seperti itulah hasil error di browser Microsoft Edge. Pesannya mirip dengan pesan error 400 pada Google Chrome.

  • Opera Browser
Credit: Hostinger
  • Mozilla Firefox
Credit: Hostinger

Jika browser lain menampilkan pesan error 400, tetapi di Mozilla menampilkan halaman kosong (blank). Petunjuknya sama dengan yang lain, di mana server tidak dapat memproses sebuah URL. Jika Anda pengguna Mozilla, mungkin sudah pernah melihat hal itu.

  • Safari (Apple)
Credit: Hostinger

Apa Penyebab Error 400 Bad Request?

Untuk mengetahui penyebabnya, kami akan membahas bagaimana cara kerja sistem website terlebih dahulu. Umumnya, sebuah website memiliki banyak konten, misalnya sebuah artikel tentang “Optimasi SEO untuk Google Search Generative Experience“. Kemudian seseorang menemukan artikel itu di Google dan mengunjunginya, otomatis browser mengirim permintaan ke server Gugelin.com untuk diproses. Setelah itu, artikel bisa dibaca. Itulah cara kerja server website.

Jika artikel di atas menampilkan error 400, artinya URL tersebut kemungkinan rusak atau berubah. Masalah ini hanya pemilik website yang bisa mengatasinya. Namun berbeda lagi jika error 400 bad request terjadi karena kesalahan pengguna. Berikut beberapa contoh yang mungkin Anda alami tanpa disadari:

  • Sintaksis URL salah – Ini biasanya terjadi ketika mengunjungi URL website melalui media sosial, yang kemungkinan terjadi perubahan karakter tidak valid pada URL seperti {, }, [, atau ]. Entah URL itu dicopy-paste atau ditulis ulang.
  • Cache DNS tidak valid – Kedua, website telah berganti domain atau hosting, seperti dari kalamilmi.com ke gugelin.com. Otomatis data cache DNS tidak valid dan menyebabkan error 400.
  • Ukuran file terlalu besar – Mengunggah file melebihi batas maksimum yang sudah ditentukan website tentu dapat memicu error HTTP 400. Ini mungkin sering terjadi ketika akan mengedit gambar, video, atau musik di internet.
  • Cookie atau cache browser bermasalah – Pemicu pesan error 400 selanjutnya bisa terjadi akibat cookie yang sudah usang atau cache yang bermasalah.
  • Website atau URL telah diblokir – Walaupun mungkin ini tidak menampilkan pesan error 400, tapi pesannya sama-sama membuat pengguna tidak dapat membuka sebuah URL. Penyebabnya mungkin karena adanya pelanggaran. Masalah ini tidak dapat diatasi kecuali pemblokir membuka status blokirnya.

Apa Dampak Error 400 Bad Request pada User?

Jika Error 400 Bad Request terus terjadi berulang kali, dampaknya bisa sangat serius. Apalagi kebanyakan pengguna melakukan sebagian besar aktivitasnya di internet. Berikut adalah pihak paling rugi jika terkena dampak Error 400 Bad Request:

  • Bisnis Down – Di era sekarang, kebanyakan orang melakukan bisnis melalui internet, seperti jual beli barang. Jika error sering terjadi, yang terkena dampak bukan hanya pemilik bisnisnya, tapi juga pelaku transaksi. Transaksi jual beli online sekarang sudah berkembang. Bahkan kebanyakan orang rumahan melakukan kerja sampingan melalui internet, seperti affiliate, jual ebook, jual foto, desain website, editing video, dan jasa-jasa lainnya. Bayangkan jika URL website tiba-tiba mengalami Error 400 Bad Request, seberapa besar dampak yang mereka alami.
  • Pendidikan – Pendidikan juga pasti merasakan kerugian yang tidak kecil ketika internet mengalami Error 400 Bad Request. Para siswa, e-kursus, dan mahasiswa yang belajarnya melalui internet tidak bisa belajar. Ada beberapa lembaga kursus online terkenal di Indonesia yang menjadi rujukan para pelajar mengambil pelajaran tambahan di luar sekolah, entah itu untuk menyiapkan ujian akhir atau mendalami mata pelajaran tertentu. Jika terjadi Error 400 Bad Request pada website atau aplikasi, aktivitas belajar mereka otomatis terganggu. Seperti yang Anda tahu, setelah Covid-19, belajar dari internet sudah menjadi hal yang umum, baik itu di lembaga sekolah atau universitas.

Cara Mengatasi Error 400 Bad Request

Perlu diketahui, mengatasi Error 400 Bad Request kadang memerlukan beberapa langkah penghapusan data yang sudah tersimpan di browser yang sering Anda pakai. Entah data penting atau tidak, browser yang tidak menyimpan data koneksi biasanya jauh lebih cepat.

Namun demikian, tanpa data yang tersimpan, Anda mungkin akan sedikit kerepotan dalam menjelajahi web. Data tersebut ibarat salinan yang tersimpan di Edge Caching. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Kecepatan akses: data yang sudah tersimpan di server cabang terdekat mempercepat waktu saat Anda mengakses konten web.
  • Pengalaman pengguna yang lebih baik: karena ada data salinan, hal ini membuat server lebih mudah dalam memproses permintaan Anda baik di website maupun di APP.

Meskipun demikian, terkadang ada waktu di mana manfaat yang sangat jelas bagi pengguna ternyata menyebabkan kesalahan yang tak terduga, seperti Error 400 Bad Request. Kondisi ini mungkin mengharuskan Anda menghapus data yang sudah tersimpan. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Cek Ulang Alamat URL atau Domain

400 Bad Request yang muncul saat mengakses sebuah URL biasanya terjadi karena URL-nya salah, sintaksis yang salah, atau terdapat karakter yang tidak valid. Link website itu ibarat alamat rumah; jika alamat salah, maka tidak akan pernah sampai tujuan.

Oleh karena itu, pastikan dulu apakah alamat URL atau domainnya sudah benar atau belum. Setiap URL biasanya terdiri dari nama domain, nama file, tanda hubung (-), atau karakter persen (%). Contohnya, www.gugelin.com/website adalah alamat yang benar, tetapi kalau Anda mengganti tanda / ke %, atau gugelin.com ke gugalin.com, error 400 akan terjadi. Jadi, untuk mengatasinya, pastikan dulu apakah URL dan nama domainnya sudah benar atau belum.

2. Menghapus Cache Browser

Cara kedua adalah menghapus data atau file (cache) yang rusak yang tersimpan secara lokal pada browser yang Anda gunakan. Jenis file cache yang biasanya tersimpan adalah sebagai berikut:

  • HTML
  • JavaScript
  • File teks/konfigurasi
  • CSS
  • Media (gambar, video, audio)
  • File data (XML, JSON)

Semua jenis file tersebut sudah tersimpan di browser yang biasanya Anda gunakan. Untuk mengatasinya, cache pada browser perlu dibersihkan.

Kalau Anda menggunakan Google Chrome, klik ikon tiga titik di sudut kanan atas, lalu pilih Delete Browsing Data.

Setelah itu, akan muncul jendela popup dan Anda bisa mencentang opsi cached images and files, lalu klik tombol delete data. Maka, seluruh data gambar dan file akan terhapus dari browser. Oh iya, Anda harus mengisi Time range di atas dengan all time agar seluruh data benar-benar bersih.

Oh iya, perlu diketahui, kami menggunakan Google Chrome. Sedangkan untuk browser lain, caranya mungkin berbeda tapi tidak jauh berbeda. Intinya, carilah petunjuk delete dan cache.

Jika setelah menghapus cache ternyata masih terjadi error 400, cobalah bersihkan cookies pada browser Anda juga. Beberapa cookies yang rusak saja bisa menyebabkan halaman error. Jadi sebaiknya hapus semuanya agar lebih aman.

Caranya sama seperti menghapus cache browser. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini:

Jika Anda menggunakan browser Bing, cobalah ikuti langkah-langkah seperti gambar di bawah ini:

Jika semua cache dan cookies sudah dibersihkan, cobalah muat ulang situs web yang mengalami Error 400 Bad Request. Karena penghapusan menyebabkan reset pada browser, ketika Anda mengunjungi suatu website lagi biasanya akan mengalami low response atau loading yang lama.

Terakhir, jika masalah Error 400 disebabkan oleh cache dan cookies, maka masalahnya langsung selesai. Namun, jika masih belum selesai, cobalah cara berikut ini.

4. Cari Menggunakan Keyword

Karena cara di atas kurang efektif, cobalah gunakan pencarian keyword di mesin pencari. Lihat URL yang sebelumnya mengalami error 400, lalu lihat judulnya. Misalnya https://gugelin.com/optimasi-seo-untuk-google-search-generative-experience/.Pada URL itu ada sebuah judul, lalu ketikkan judul tersebut pada fitur pencarian jika situs web tersebut memiliki fitur tersebut.

Namun, jika tidak ada fitur pencarian, Anda bisa menggunakan cara lain, yaitu dengan langsung mencari di mesin pencari seperti Google atau Bing. Ikuti gambar di bawah:

Buka Google, siapkan nama situs web dan judul yang akan Anda cari. Lalu ketikkan di fitur pencarian site:gugelin.com Optimasi SEO untuk Google Search Generative Experience.

5. Nonaktifkan Ekstensi Browser

Kalau masalah masih belum selesai, coba nonaktifkan ekstensi di browser Anda. Menurut beberapa catatan yang kami temukan, terkadang ekstensi menghambat proses permintaan ke web server. Akhirnya, server menganggap permintaan tersebut tidak valid dan muncul pesan error 400.

Ada juga kasus cookie menjadi error karena sebuah ekstensi yang terpasang pada browser. Seperti yang sudah kami jelaskan, satu atau dua URL cookie yang rusak sudah bisa menimbulkan Error 400 Bad Request. Sedangkan cara mematikan ekstensi bisa dilihat pada gambar di bawah.

Setelah masuk ke daftar ekstensi yang sudah terinstal, Anda bisa menonaktifkan atau menghapusnya dengan mengklik REMOVE. Setelah itu, coba muat ulang halaman yang error, jika bisa diakses berarti ekstensi tersebut adalah masalah utamanya.

Jika Anda tidak ingin menghapus semua ekstensi yang sudah terinstal, cobalah nonaktifkan satu per satu sambil memuat ulang (refresh) halaman web sampai menemukan masalahnya.

6. Periksa apakah Unggahan File Melebihi Batas Server

Kalau halaman URL yang error adalah website yang khusus mengunggah sebuah file, Anda perlu mengecek dulu apakah file tersebut sudah memenuhi batas ukuran maksimumnya atau tidak, karena biasanya setiap website punya batasan ukuran.

Solusinya, ubah ukuran file ke ukuran yang lebih kecil, misalnya dengan mengompresnya di sebuah aplikasi kompresor. Lalu coba unggah lagi apakah sudah bisa atau tidak. Perlu diingat bahwa mengubah ukuran sebuah file akan menurunkan kualitas file tersebut.

7. Hubungi Owner Wesbite

Jika semua cara di atas masih belum bisa menyelesaikan masalah error 400, coba hubungi pemilik website dan laporkan URL yang tidak bisa diakses, karena penyebab error bisa saja dari kesalahan pengaturan dari website itu sendiri.

Cara menghubungi pemilik website, cari menu Contact Us lalu kirim laporan mengenai masalah yang Anda alami. Jika ada alamat email atau akun media sosial, Anda bisa mengirim laporan lewat media tersebut. Tunggu balasan hingga pemilik website memperbaiki kesalahan Error 400 Bad Request.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, kami yakin Anda sudah memahami apa itu Error 400 Bad Request, apa penyebab, dampak, dan cara mengatasinya. Error bisa terjadi di sisi klien dan bisa mengatasinya dengan menghapus cache dan cookie pada browser serta beberapa cara lainnya.

Kedua, mungkin masalahnya bukan dari sisi klien, tapi dari sisi konfigurasi website itu sendiri. Solusinya tidak lain adalah menghubungi pemilik website dan melaporkan masalah URL error 400 melalui contact yang sudah tertera.

You might also like
Download eiDocs – WordPress Theme for Product & Service Documentation

Download eiDocs – WordPress Theme for Product & Service Documentation

Download eiFlux – Modern WordPress Theme for Blogs & News

Download eiFlux – Modern WordPress Theme for Blogs & News

Download Theme WordPress eiFlux – Cocok untuk Blog & News

Download Theme WordPress eiFlux – Cocok untuk Blog & News

How to Fix 400 Bad Request Errors Quickly on Website

How to Fix 400 Bad Request Errors Quickly on Website

SEO Optimization for Google’s Generative Search Experience

SEO Optimization for Google’s Generative Search Experience

Optimasi SEO untuk Google Search Generative Experience

Optimasi SEO untuk Google Search Generative Experience