Hydrating vs Moisturizing: Perbedaan & Cara Merawat Kulit

Banyak orang masih bingung membedakan antara menghidrasi dan melembapkan kulit. Padahal, memahami perbedaan keduanya adalah kunci untuk memilih produk skincare yang tepat. Kulit kering belum tentu dehidrasi, dan sebaliknya. Keduanya membutuhkan penanganan berbeda.

Hidrasi berkaitan dengan kadar air dalam kulit. Kulit yang dehidrasi akan terlihat kusam, terasa kencang, dan garis halus lebih tampak. Sedangkan kelembapan berkaitan dengan kemampuan kulit mempertahankan air. Kulit kering biasanya kekurangan minyak alami, sehingga terasa kasar, bersisik, bahkan mengelupas.

Menurut Dr. Lindsey Zubritsky dan Dr. Kenneth Mark, kesalahan umum dalam rutinitas skincare adalah mengabaikan perbedaan ini. Menyesuaikan perawatan berdasarkan kondisi kulitmu akan membantu meningkatkan efektivitas produk dan membuat kulit tampak lebih sehat.

Pemahaman yang tepat akan membantu kamu menyusun rutinitas skincare yang sesuai kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti tren. Yuk, kenali apa yang benar-benar dibutuhkan kulitmu!

Apa Itu Hidrasi Kulit? Manfaat dan Cara Kerjanya

Menghidrasi kulit berarti menambah kadar air yang dibutuhkan agar kulit tetap segar dan kenyal. Ibarat tubuh yang butuh minum, kulit juga membutuhkan “air” untuk tampil sehat. Ketika kulit terhidrasi, tampilannya lebih bercahaya dan teksturnya lebih halus.

Bahan seperti asam hialuronat, gliserin, dan aloe vera adalah contoh humektan yang mampu menarik air ke lapisan kulit. Menurut Dr. Zubritsky, penggunaan produk dengan kandungan ini sangat dianjurkan, terutama bagi kamu yang merasa kulitmu kusam atau terasa tertarik.[1Byrdie: Hydrating vs. Moisturizing: Dermatologists Break Down the Difference.]

Hidrasi membantu memperbaiki tampilan garis-garis halus dan meningkatkan elastisitas. Jadi, jika kamu merasa skincare-mu belum memberikan efek glowing atau kenyal, bisa jadi kulitmu butuh hidrasi, bukan sekadar pelembap.

Melembapkan Kulit: Pentingnya Jaga Skin Barrier

Melembapkan kulit bukan hanya membuatnya terasa halus, tapi juga menjaga lapisan pelindung alami kulit tetap utuh. Ini penting untuk mencegah air menguap dari permukaan kulit, terutama jika kamu sering berada di ruangan ber-AC atau cuaca kering.

Dr. Zubritsky menjelaskan, pelembap mengandung emolien dan oklusif yang berfungsi mengunci air di dalam kulit. Misalnya, bahan seperti ceramides atau shea butter bekerja memperkuat skin barrier, sehingga kulit terasa nyaman lebih lama.

Dr. Kenneth Mark menambahkan bahwa melembapkan dan menghidrasi sebaiknya dilakukan bersamaan. Hidrasi menambah air, pelembap menjaga agar air tidak hilang. Kombinasi keduanya sangat penting agar kulit tetap sehat, kenyal, dan tidak cepat menua.

Kulitmu Kering atau Dehidrasi? Kenali Bedanya!

Kulit terasa kencang dan kusam? Mungkin itu tanda dehidrasi. Tapi kalau kulitmu kasar, bersisik, atau mudah terkelupas, kemungkinan besar kamu mengalami kekeringan. Menurut Dr. Zubritsky, membedakan kondisi kulit kering dan dehidrasi sangat penting agar tidak salah pilih produk.

Kulit dehidrasi kekurangan air, sehingga membutuhkan produk dengan kandungan humektan seperti hyaluronic acid. Kulit kering, sebaliknya, membutuhkan minyak tambahan melalui pelembap yang kaya akan emolien dan oklusif.

Gunakan “tes cubit” sederhana: cubit perlahan pipi atau tangan. Jika kulit lambat kembali, itu tanda dehidrasi. Mengetahui kondisi ini akan membantu kamu memilih produk dengan lebih cerdas dan mendapatkan hasil maksimal dari skincare-mu.

Cara Efektif Menghidrasi Kulit agar Tetap Segar

Untuk hidrasi yang efektif, kamu butuh produk dengan humektan seperti hyaluronic acid atau lactic acid. Kedua bahan ini sangat direkomendasikan oleh Dr. Zubritsky dan Dr. Mark karena dapat menarik dan mengikat air di kulit.

Produk seperti Neutrogena Hydro Boost Water Cream menjadi favorit karena mampu memberikan efek lembap dewy hanya dalam beberapa hari. Dengan harga terjangkau, produk ini mengandung hyaluronic acid yang bekerja maksimal untuk kulit kering dan dehidrasi.

Lactic acid juga bermanfaat, terutama untuk kulit sensitif. Selain menghidrasi, ia memberikan efek eksfoliasi ringan tanpa membuat kulit iritasi. Kombinasikan keduanya dalam rutinitasmu untuk hasil kulit yang lebih kenyal, lembap, dan bercahaya.

Tips Melembapkan Kulit agar Terlihat Lembut & Sehat

Melembapkan kulit bukan sekadar memakai krim sembarangan. Menurut Dr. Zubritsky, kamu perlu memilih produk yang mengandung ceramides, squalane, atau petrolatum untuk hasil optimal. Bahan-bahan ini bekerja sebagai pelindung yang mengunci kelembapan dan menjaga kulit tetap lembut.

Contoh produk: Tatcha The Dewy Skin Cream. Kaya akan dimethicone dan antioksidan, pelembap ini memberikan rasa nyaman sekaligus kilau sehat. Meski harganya premium, hasilnya sebanding—kulit terasa lebih tenang, glowing, dan terhidrasi sepanjang hari.

Untuk kulit sangat kering atau pecah-pecah, Dr. Mark menyarankan salep oklusif seperti Aquaphor Ointment. Produk ini menciptakan lapisan pelindung ekstra yang menjaga kelembapan dan mempercepat pemulihan kulit.

ARTICLE SOURCES

You might also like
Moisture Sandwich: Cara Ampuh Melembapkan Kulit Wajah

Moisture Sandwich: Cara Ampuh Melembapkan Kulit Wajah

7 Kesalahan Mandi yang Bikin Kulit Kamu Cepat Kering

7 Kesalahan Mandi yang Bikin Kulit Kamu Cepat Kering

Vanicream vs CeraVe: Pelembap Terbaik untuk Kulit Kering

Vanicream vs CeraVe: Pelembap Terbaik untuk Kulit Kering

7 Lotion Terbaik untuk Kulit Kering, Ampuh & Melembapkan

7 Lotion Terbaik untuk Kulit Kering, Ampuh & Melembapkan

Skin Flooding TikTok: Cara Bikin Kulit Lembap Maksimal

Skin Flooding TikTok: Cara Bikin Kulit Lembap Maksimal

10 Cara Efektif Atasi Kulit Kering di Sekitar Hidung

10 Cara Efektif Atasi Kulit Kering di Sekitar Hidung